Strategi Memasarkan Buku yang Ampuh

Posted June 21st, 2010 in Bisnis, Menulis by masnang

Kami biasakan diri mengadakan minimum satu wawancara radio setiap harinya, tujuh hari seminggu, selama dua tahun.


Saya tergerak untuk menulis artikel ini setelah membaca bab pembuka dari buku Kekuatan dari Fokus (The Power of Focus) yang ditulis oleh Jack Canfield, Mark Victor Hansen, dan Les Hewitt. Di Indonesia, buku ini diterbitkan oleh Kharisma Press. Di halaman 44 buku tersebut saya menjumpai sebuah kutipan yang menggelitik saya tentang usaha penulis buku untuk menjadikan bukunya sebagai buku paling laris. Selengkapnya sebagaimana tertulis berikut :

Jack dan Mark :
Ketika kami selesai menulis buku Chicken Soup for the Soul yang pertama, kami tanyakan kepada semua penulis buku yang paling laris yang kami kenal – Barbara De Angelis, John Gray, Ken Blanchard,  Harvey Mackay, Harold Broomfield, Wayne Dyer dan Scott Peck -  strategi spesifik apakah yang dibutuhkan untuk memastikan buku kami menjadi buku paling laris. Semuanya murah hati membagikan ide-ide mereka dan wawasan mereka. Kami lakukan segala yang mereka beritahukan. Kami biasakan diri mengadakan minimum satu wawancara radio setiap harinya, tujuh hari seminggu, selama dua tahun. Kami kembangan jurus publikasi kami sendiri. Kami kirimkan lima buku seharinya kepada para pengulas serta para pembentuk opini potensial lainnya. Kami berikan hak cetak-ulang cuma-cuma kepada berbagai surat kabar dan majalah untuk mencetak-ulang cerita-cerita kami. Kami tawarkan seminar-seminar motivasional kepada semua orang yang bertanggung jawab atas penjualan buku kami. Singkatnya, kami tanyakan apa saja seharusnya kebiasaan kami untuk menjadi penulis buku paling laris dan kami jabarkan ke dalam tindakan. Akibatnya, sampai sekarang kami telah berhasil menjual lima puluh juta buku ke seluruh dunia.

Hal yang menurus saya luar biasa dari kutipan itu adalah upaya penulis agar bukunya benar-benar dikenal masyarakat. Dapatlah dibayangkan bila setiap hari ada satu wawancara radio, maka dalam dua tahun penulis buku tersebut mengadakan sedikitnya 730 wawancara radio. Belum lagi wawancara dengan media lain seperti koran, majalah, media online, dan televisi. Saya juga yakin, ia akan disibukkan dengan segudang aktivitas seperti bedah buku, seminar, atau menghadiri acara-acara sejenisnya. Sungguh suatu pelajaran yang amat berharga dan patut menjadi teladan tentang usaha yang sungguh-sungguh dan penuh kerja keras. Patutlah kiranya kepada penulis itu dianugerahkan keberhasilan menjual lima puluh juta buku. Salut !

10 Langkah Menjadi Penulis Handal

Posted June 21st, 2010 in Bisnis, Menulis by masnang

Banyak rekan yang bertanya bagaimana sih cara yang cepat dan mudah meningkatkan kemampuan menulis? Biasanya saya akan jawab : banyaklah berlatih. Jawaban yang mudah diucapkan tetapi berat (bagi sebagian orang) untuk dilakukan.

Sudah banyak buku-buku yang diterbitkan oleh penulis terkenal tentang cara-cara menjadi penulis top hingga trik dan tip meningkatkan kemampuan menulis. Tetapi bagi pemula, bisa dipastikan buku-buku tersebut tetaplah kurang bisa menjawab pertanyaan tadi. Mereka tetap merasa penjelasan yang ada dalam buku masih terlalu panjang. Tidak praktis.

Brian Clark dalam artikel 10 steps to Becoming a Better Writer membagi resep menulisnya sebagai berikut :

  1. Write.
  2. Write more.
  3. Write even more.
  4. Write even more than that.
  5. Write when you don’t want to.
  6. Write when you do.
  7. Write when you have something to say.
  8. Write when you don’t.
  9. Write every day.
  10. Keep writing.

Gampang? Sulit? Semuanya tergantung Anda.