Kami biasakan diri mengadakan minimum satu wawancara radio setiap harinya, tujuh hari seminggu, selama dua tahun.
Jack dan Mark :
Ketika kami selesai menulis buku Chicken Soup for the Soul yang pertama, kami tanyakan kepada semua penulis buku yang paling laris yang kami kenal – Barbara De Angelis, John Gray, Ken Blanchard, Harvey Mackay, Harold Broomfield, Wayne Dyer dan Scott Peck - strategi spesifik apakah yang dibutuhkan untuk memastikan buku kami menjadi buku paling laris. Semuanya murah hati membagikan ide-ide mereka dan wawasan mereka. Kami lakukan segala yang mereka beritahukan. Kami biasakan diri mengadakan minimum satu wawancara radio setiap harinya, tujuh hari seminggu, selama dua tahun. Kami kembangan jurus publikasi kami sendiri. Kami kirimkan lima buku seharinya kepada para pengulas serta para pembentuk opini potensial lainnya. Kami berikan hak cetak-ulang cuma-cuma kepada berbagai surat kabar dan majalah untuk mencetak-ulang cerita-cerita kami. Kami tawarkan seminar-seminar motivasional kepada semua orang yang bertanggung jawab atas penjualan buku kami. Singkatnya, kami tanyakan apa saja seharusnya kebiasaan kami untuk menjadi penulis buku paling laris dan kami jabarkan ke dalam tindakan. Akibatnya, sampai sekarang kami telah berhasil menjual lima puluh juta buku ke seluruh dunia.
Hal yang menurus saya luar biasa dari kutipan itu adalah upaya penulis agar bukunya benar-benar dikenal masyarakat. Dapatlah dibayangkan bila setiap hari ada satu wawancara radio, maka dalam dua tahun penulis buku tersebut mengadakan sedikitnya 730 wawancara radio. Belum lagi wawancara dengan media lain seperti koran, majalah, media online, dan televisi. Saya juga yakin, ia akan disibukkan dengan segudang aktivitas seperti bedah buku, seminar, atau menghadiri acara-acara sejenisnya. Sungguh suatu pelajaran yang amat berharga dan patut menjadi teladan tentang usaha yang sungguh-sungguh dan penuh kerja keras. Patutlah kiranya kepada penulis itu dianugerahkan keberhasilan menjual lima puluh juta buku. Salut !
